Pemkot Bekasi Perkuat Sinergitas Tata Kelola Pemerintahan Lewat “Golden Moment”

BOGOR – Pemerintah Kota Bekasi menggelar kegiatan bertajuk “Sinergitas Kinerja Forkopimda dan Perangkat Daerah dalam Tata Kelola Pemerintahan di Kota Bekasi” yang berlangsung pada 30 hingga 31 Januari 2026. Bertempat di The Highland Resort Park Hotel, Kabupaten Bogor, acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat eselon II Pemerintah Kota Bekasi, para Camat, Ketua dan Anggota DPRD, serta para Direktur BUMD.

Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah sesi pembekalan motivasi ESQ yang dilaksanakan pada Jumat malam, 30 Januari 2026. Sesi yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme ini menghadirkan narasumber Dr. H. Agus Idwar, M.Sos., seorang inspirator Golden Moment .

Menggali “Golden Moment” untuk Aksi Nyata

Dalam materinya, Dr. Agus Idwar memperkenalkan konsep “Golden Moment”, yaitu peristiwa berharga yang bersifat subjektif namun mampu memotivasi seseorang untuk menghasilkan perbuatan (action) yang bermanfaat. Ia menekankan bahwa setiap pemimpin di Kota Bekasi berhak membangun “masa keemasan” melalui kerangka kerja yang dimulai dari kepekaan hati (Golden Heart) menuju peradaban yang mulia (Golden Civilization).

“Kunci dari produktivitas adalah rasa syukur,” ujar Dr. Agus Idwar dalam sesinya. Ia menjelaskan bahwa spiritualitas bukan sekadar ritual, melainkan kekayaan rohani dan kedekatan dengan Tuhan yang membentuk akhlak mulia dalam bekerja.

Perdebatan Hangat: Produktivitas vs Spiritualitas

Suasana ruangan mendadak riuh dan penuh semangat saat memasuki sesi simulasi kuadran karyawan. Terjadi diskusi menarik dan perdebatan antar peserta mengenai dua model kerja yang kontras:

  • Model Pragmatis: Karyawan yang malas ibadah namun memiliki produktivitas kerja yang tinggi.
  • Model Utopis: Karyawan yang rajin ibadah namun malas atau memiliki produktivitas kerja yang rendah.

Para peserta, yang terdiri dari camat hingga direktur BUMD, saling bertukar argumen mengenai mana yang lebih baik untuk organisasi. Perdebatan ini akhirnya mencapai titik temu melalui solusi yang ditawarkan dalam model Spiritualis. Dr. Agus menjelaskan bahwa idealnya seorang aparatur negara harus memiliki spiritualitas tinggi sekaligus produktivitas tinggi. Ciri-cirinya adalah semangat kerja tinggi, peduli prestasi, namun tetap menjaga norma moralitas dan berorientasi pada keberkahan (manfaat) bagi masyarakat.

Menutup Malam dengan Renungan Suci

Keseruan sesi tersebut ditutup dengan suasana yang berubah menjadi syahdu melalui lantunan lagu dari Ebit G. Ade dan Melly Guslow. Dr. Agus mengajak seluruh pimpinan daerah yang hadir untuk sejenak melakukan kontemplasi dan renungan mengenai cinta kepada orang tua.

Banyak peserta tampak terhanyut dalam suasana reflektif ini, mengingatkan kembali bahwa jabatan dan kekuasaan hanyalah instrumen dunia yang harus digunakan secukupnya untuk menebar manfaat. Sesi malam itu berakhir dengan komitmen bersama untuk membawa semangat “Golden Moment” ke dalam pelayanan publik di Kota Bekasi agar lebih efisien, transparan, dan akuntabel.

@erwinsnada | 0878 833 85 800 | @goldenmoment.id


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *